Blogs

 


Gallery Post

Teknik Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan ( KUB )

By docjoper

Dalam dunia peternakan, kita sering mendengar sebutan nama istilah "Ayam Kampung Super (AKS), Ayam Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB), Ayam kampung Asli (AKA) dan sebutan-sebutan ayam kampung lainnya. Sebutan Ayam Kampung sangat familiar di telinga kita, karena budidaya ternak ayam kampung merupakan warisan leluhur yang di turunkan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Pada kesempatan ini, kami cuma mengulas ayam kampung riset dari pemerintah, yakni ayam KUB
Apa itu Ayam KUB ?
Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) adalah ayam kampung asli hasil dari riset Pemerintah Indonesia, yakni Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian. Ayam KUB memiliki banyak kelebihan dan keunggulan, antara lain dapat bertelur kurang lebih sekitar 160-180 butir per-tahun nya, memiliki bobot badan umur 20 minggu (± 5 bulan) bersaing antara 1.200-1.600 gram, awal bertelur lebih awal sekitar usia 20-22 minggu dengan bobot telur 35-45 gram. Menguatkan ayam hingga 10% jadi ayam KUB cepat bertelur kembali dan lebih kebal terhadap penyakit. Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dapat dijadikan sebagai induk'an atau sumber bibit induk untuk memproduksi DOC bibit ayam kampung, baik untuk keperluan ayam pedaging maupun untuk petelur. Awal mulanya riset ayam KUB ini sekitar tahun 1997-1998 penelitian di Balai Penelitian Ternak (Balitnak), pemerintah melakukan riset penelitian pembibitan ayam kampung yang membudidayakan/mengumpulkannya dari beberapa daerah di Jawa Barat. Karakterisasi dilakukan pada ayam kampung betina dara (pullet) berumur ± 5 bulan sebanyak 350 ekor, masing-masing didatangkan dari Cianjur 100 ekor, Jatiwangi 84 ekor, Depok 60 ekor, Jasinga Kab Bogor 56 ekor, dan Ciawi Kab Bogor 50 ekor. Ayam tersebut ditempatkan dalam ukuran 45 x 24 x 42 cm dengan menggunakan rangkaian individu yang dibuat dari kawat dan dilengkapi dengan tempat makan dan air minum.
Di Propinsi Jawa Barat, semua riset itu yang sudah dikaji itu, sudah di terapkan pada Budidaya Ayam KUB di 3 Kabupaten, yaitu di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Ciamis. riset penelitihan ini dilaksanakan selama 5 bulan dengan komitmen sebanyak 250 ekor Ayam KUB dari masing-masing Kabupaten. Dari hasil riset ini disangkal ayam KUB dapat menghasilkan telur kompilasi sudah 3 bulan atau 70 s / d 90 hari dengan bobot 1,2 s / d 1,6 Kg, selama 7 bulan pemeliharaan dari 250 ekor ayam KUB sudah dapat menghasilkan telur sebanyak 638 butir.
Sistem Pemeliharaan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB)
Sistem Pemeliharaan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) tidak jauh berbeda dengan sistem pemeliharaan Ayam kampung yang pada umumnya, secara garis besar dikelompokkan dalam 3 sistem budidaya, yaitu Sistem Budidaya Ekstensif (Tradisional), Sistem Budidaya Semi Instensif, dan Sistem Budidaya Intensif.
Perbedaan ke-3 sistem itu cuma terletak pada masalah pemeliharaan, perkandangan, pemberian pakan dan minum. Namun semua itu kembali lagi pada keahlian peran serta peternak dalam pengelolaan ternak tersebut.
1. Cara Pemeliharaan Ekstensif (Tradisonal)
Budidaya ayam dengan sistem ini yakni ayam KUB dibiarkan (dilepas liarkan), kalaupun dikandang kondisi kandang juga belum memenuhi syarat sebagai kandang yang baik, dengan sistem ini para peternak tidak memiliki peran yang besar dalam pengelolaannya. Sistem pemeliharaan ini merupakan sistem dengan biaya yang cukup murah, karena pemberian pakan dan minum masih menggunakan pakan yang seadanya dan belum diberikan pemberian multivitamin. Kelebihan sistem ini adalah menekan biaya operasional yang rendah dan peternak tidak berperan aktif dalam pemeliharaan, sedangkan kekurangan sistem ini adalah produktivitasnya yang masih sangat rendah mengingat pemeliharaan hanya seadanya, jadi ayam mudah terserang penyakit, dan ayam yang dihasilkan kurang berkualitas untuk dijadikan indukan karena perkawinan masih dilakukan dengan sembarang antar ayam.
2. Cara Pemeliharaan Semi Intensif
Cara tergolong yang lebih baik dibandingkan dengan cara ekstensif (tradisional) diatas, Cara ini biasanya diterapkan oleh peternak kelas menengah yang belum mengetahui cara beternak yang efektif. Sistem ini sudah menggunakan kandang dan pemberian pakan dan minum, namun kadang peternak sesekali masih melepaskan ayam untuk diliarkan bebas. Kekurangan motode ini terdapat banyak kelemahan, sebab peternak masih belum menerapkan vaksinasi, selain itu kandang pun belum memiliki ventilasi yang baik, sehingga ketika ada wabah penyakit peternak masih belum begitu mahir mengatasinya. Kelebihan sistem ini adalah biaya pemeliharaan yang masih rendah, sedangkan untuk kekurangannya adalah produktivitas masih belum optimal, dan ayam masih mudah terjangkit penyakit karena pakan dan minum masih tidak terkontrol kadar gizinya.
3. Cara Pemeliharaan Intensif
Sistem ini adalah cara para peternak profesional yang memang ahli bergelut di bidang budidaya ayam dan memiliki target produksi serta pengembangan usaha baik untuk ayam pedaging maupun ayam petelur. Sistem ini membutuhkan ilmu pengetahuan tentang pengelolaan kandang yang baik, pemeliharaan ayam, kesehatan hewan ternak, vaksinasi hingga modal yang cukup banyak. Kelebihan dari cari ini, yakni produktivitas cukup tinggi, pengelolaan kandang sudah memadai tentang sanitasi dan ventilasi, ayam memiliki bobot cukup karena pemberian pakan dan minum yang teratur dan terukur kadar gizinya, ayam lebih sehat dan tidak mudah tertular penyakit karena ditunjang oleh multivitamin dan vaksinasi, pengelolaan lebih teratur, kualitas ayam yang dihasilkan lebih bagus dan berkualitas serta lebih seragam. Namun kekurangan sistem ini adalah membutuhkan modal dan biaya yang tidak sedikit. Pemeliharaan sistem ekstensif dilakukan dengan pertimbangan tidak merpotkan, tidak memerlukan biaya, dan tidak untuk kebutuhan komersil, umumnya diterapkan pada skala rumah tangga dengan populasi 5-10 ekor ayam dewasa. Kegiatan usaha ternak ayam kampung dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan yang berkesinambungan harus dilakukan dengan sistem semi intensif atau intensif. Sistem pemeliharaan intensif memudahkan pelaku usaha dalam melakukan manajemen pemeliharaan seperti pengaturan pemberian pakan, waktu produksi dan mempermudah pemanenan telur. Pemeliharaan ayam kampung petelur dianjurkan dengan sistem intensif (ternak selalu dikandangkan).

Demikian ulasan singkat pengenalan tentang Ayam KUB produk dari pemerintah Indonesia
Apakah ingin budidaya ayam KUB ? Are you Ready...!!
Jangan di tunda lagi, segera siapkan lokasi dan kandang untuk budidaya ayam KUB ini
SELAMAT BERTERNAK.......

HARGA DOC AYAM HARI INI
HARGA DOC AYAM JAWA TIMUR : 700 rb - 800 rb per-box
HARGA DOC AYAM belum termasuk ongkos kirim

INFO PEMESANAN WA :

Search

DOC Ayam Jawa Super

Tags

DOC Joper
DOD Bebek
DOD Peking
DOCJOPER
Ayam Joper
Harga Joper

Text Widget

Harga Ayam Joper Saat ini, Harga Ayam Joper Siap Panen, Harga DOC Joper Pulau Jawa.